APA ITU PENALARAN DEDUKTIF..?
I.
Penalaran
Deduktif
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan
dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis,
sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.
Faktor – faktor penalaran deduktif :
1. Pembentukan Teori
2. Hipotesis
3. Definisi Operasional
4. Instrumen
5. Operasionalisasi
II.
Silogisme
Silogisme adalah suatu pengambilan kesimpulan dari dua macam keputusan (yang
mengandung unsur yang sama dan salah satunya harus universal), suatu keputusan
yang ketiga yang kebenarannya sama dengan dua keputusan yang mendahuluinya.
·
Macam-Macam Silogisme
A. Silogisme Kategorik
Silogisme Kategorik
Adalah silogisme yang semua posisinya merupakan proposisi kategorik , Demi
lahirnya konklusi maka pangkal umum tempat kita berpijak harus merupakan
proposisi universal, sedangkan pangkalan khusus tidak berarti bahwa
proposisinya harus partikuler atau singuler, tetapi bisa juga proposisi
universal tetapi ia diletakkan di bawah aturan pangkalan umumnya. Pangkalan khusus
bisa menyatakan permasalahan yang berbeda dari pangkalan umumnya, tetapi bisa
juga merupakan kenyataan yang lebih khusus dari permasalahan umumnya. Dengan
demikian satu pangkalan umum dan satu pangkalan khusus dapat dihubungkan dengan
berbagai cara, tetapi hubungan itu harus diperhatikan kwalitas dan kwantitasnya
agar kita dapat mengambil konklusi yang valid.
Contoh
:
Semua makhluk hidup pasti akan mati.
Semua manusia adalah makhluk hidup.
Pangkalan umum di sini adalah proposisi pertama sebagai
pernyataan universal yang ditandai dengan kuantifier ‘ semua ‘ untuk menegaskan
sifat yang berlaku bagi makhluk hidup secara menyeluruh. Pangkalan khusussnya
adalah proposisi kedua, meskipun ia juga merupakan pernyataan universal ia
berada di bawah aturan pernyataan pertama sehingga dapat kita simpulkan : semua
manusia pasti akan mati.
B. Silogisme Hipotetik
Silogisme
Hipotetik Adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik,
sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik yang menetapkan atau
mengingkari terem antecindent atau terem konsecwen premis mayornya . Sebenarnya
silogisme hipotetik tidak memiliki premis mayor maupun primis minor karena kita
ketahui premis mayor itu mengandung terem predikat pada konklusi , sedangkan
primis minor itu mengandung term subyek pada konklusi .
Pada silogisme hipotetik term konklusi adalah term yang
kesemuanya dikandung oleh premis mayornya, mungkin bagian anteseden dan mungkin
pula bagian konsekuensinya tergantung oleh bagian yang diakui atau di pungkiri
oleh premis minornya. Kita menggunakan istilah itu secara analog , karena
premis pertama mengandung permasalahan yang lebuh umum , maka kita sebut primis
mayor , bukan karena ia mengandung term mayor. Kita menggunakan premis minor ,
bukan karena ia mengandung term minor , tetapi lantaran memuat pernyataan yang
lebih khusus.
C. Silogisme Alternatif
Bentuk Silogisme Alterantif :
- Memiliki premis mayor dan premis minor.
- Premis mayor menggunakan ungkapan alternatif.
- Premis minor menolak salah satu pilihan.
- Memiliki satu konklusi.
Misal :
Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan A
Konklusi : B
Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan B
Konklusi : A
·
Macam tipe silogisme hipotetik :
a) Silogisme
hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti :
Jika hujan, saya mengenakan jas hujan.
Sekarang hujan.
Jadi saya mengenakan jas hujan.
b) Silogisme
hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekwensinya, seperti :
Bila hujan, air sungai akan meluap.
Sekarang air sungai telah meluap.
Jadi hujan telah turun.
c) Silogisme
hipotetik yang premis minornya mengingkari antecendent, seperti :
Jika Nurdin Halid tidak mundur, maka
kerusuhan akan timbul.
Nurdin Halid mundur.
Jadi kerusuhan tidak akan timbul.
d) Silogisme
hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekwensinya, seperti :
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak
penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
III. Entimen
Pengertian Entimen
Entimen ialah silogisme yang dipendekkan.
Contoh :
Manusia pasti akan mati karena manusia
adalah makhluk hidup.
Nama : Herlins Novianti
NPM : 23210265
Kelas : 3EB02
Sumber :