Sabtu, 12 Maret 2011

neraca pembayaran dan pendapatan NAS+GDPGNP

NERACA PEMBAYARAN (Pendapatan Perkapita, GDP, GNP, Inflasi dan Deflasi).

Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu. Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah  asing, dan transaksi finansial. Berikut ini pengertian dari Neraca pembayaran .Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negri selama periode waktu tertentu. Neraca pembayaran secara esensial merupakan system akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu tiap transaksi dicatat satu sebagi kredit dan satu lagi sebagai debit. Transaksi yang dicatat sebgai kredit adalh arus masuk valuta. Arus masuk valuta adalah trnsaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagi debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Neraca pembayaran dapat  dibedakan menjadi beberapa katagori yaitu:
-          Transaksi berjalan (Current Accoount), yaitu bagian dai neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi eksport-import barang dan jasa), yang meliputi:
a)      Ekspor dan impor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang jasa diperlakukan kembali sebagai debit.
b)      Net Investment Income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena mempresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
c)      Net Transfer (Transfer Unilateral), meliputi bantuan luar negeri, pemberian dan pembayaran lain antara pemerintah dan antar pihak swasta. Net Transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa, atau dengan kata lain transaksi berjalan merangkum aliran dana antara satu negara tertentu denagan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas asset finansialatau transfer unilateral. Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan internasional yan luas. Defisit berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana –dana yang diterimanya. Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah deficit neraca perdagangan. Dan sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang akan terjadi adalah surplus. Sedangkan neraca jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksi-transaksi ekonomi lainnya.
-          Neaca modal (Capital Account), merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mecerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan asset jangka pendek dan jangka panjang seperti saham, obligasi dan real estate suatu negara, yang meliputi:
a)      Arus modal masuk tercatat sebagai kredit, karena suatu negara menjual asset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
b)      Arus modal keluar tercatat sebagai debit, karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing.
c)      Transaksi neraca modal diklasifikasikan sebagai infestasi portofolio, langsung atau jangka pendek. Untuk dapat membeli asset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli asset. Neraca modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
-          Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account), Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari:

a)      Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b)      Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit.
c)      Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit.

Pengertian Pendaatan Perkapita
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut. Pendapatan per kapita Indonesia pada 2008 mengalami peningkatan dibanding 2007 lalu. Badan Pusat Statistik mencatat sebesar Rp 21,7 juta atau setara dengan US$ 2.271,2 per orang per tahun. “Ini meningkat cukup besar 23,6 persen jika dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 17,5 juta atau setara US$ 1.942,1. Angka ini merupakan PDB total dibagi jumlah penduduk dibagi rata-rata kurs tahun 2008,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin 16 Februari 2009. Dia menjelaskan, dalam penghitungan PDB per kapita tersebut, BPS menggunakan kurs realisasi ekpor dan impor, bukan kurs yang ditetapkan Bank Indonesia. “Jadi kurs sewaktu transaksi ekpor impor, karena untuk kegiatan ini kan lebih dominan memakai mata uang asing,” kata Rusman.BPS sebelumnya mencapat PDB Indonesia sepanjang 2008 sebesar 6,1 persen. Sedangkan triwulan IV 2008 sebesar 5,2 persen atau minus 3,6 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. “Secara year on year triwulanan memang jauh di bawah enam persen. Bahkan kalau dilihat dari q to q, minus 3,6 persen. Ini bukan surprise karena dalam tiga tahun terakhir, setiap triwulan IV memang selalu kontraksi. Jadi ini bukan sesuatu yang luar biasa,” kata Rusman. Rusman menjelaskan, pemerintah sepakat Indonesia sudah terkena dampak krisis pada triwulan IV 2008. Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. “Semua negara yang ekonominya ditunjang ekspor, seperti Singapura, Jepang, semuanya tidak ada yang mengatakan pertumbuhan ekonominya positif,” kata dia. Triwulan IV, hampir semua negara pertumbuhannya kontraksi. “Cuma kepararahannya, barangkali Indonesia masih lebih baik. Jadi Amerika kena duluan, kemudian negara-negara yang punya hubungan dengan Amerika, ramai-ramai mengumumkan pertumbuhannya kontraksi,” kata dia.
Inflasi dan Deflasi di Indonesia
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Inflasi dan perekonomian Indonesia sangat saling berkaitan. Apabila tingkat inflasi tinggi, sudah dipastikan akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi, dimana akan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.Seangkan deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga.Inflasi di Indonesia diumpamakan seperti penyakit endemis dan berakar di sejarah. Tingkat inflasi di Malaysia dan Thailand senantiasa lebih rendah. Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent (“kalau perlu uang, cetak saja”). Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan inflasi – akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, antara lain oleh karena Bank Indonesia masih punya misi ganda, antara lain sebagai agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas. Baru di zaman reformasi, mulai di zaman Presiden Habibie maka fungsi Bank Indonesia mengutamakan penjagaan nilai rupiah. Tetapi karena sejarah dan karena inflationary expectations masyarakat (yang bertolak ke belakang, artinya bercermin kepada sejarah) maka “inflasi inti” masih lebih besar daripada 5 persen setahun.Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat memengaruhi iklim investasi di Indonesia. Mungkin hal itulah yang terus diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.

http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=9097825169619828070
Nama : Herlins Novianti
Kelas : 1EB05
NPM : 23210265

Kamis, 17 Februari 2011

sistem ekonomi indonesia


PENDAHULUAN

Dalam perkembangan globalisasi seperti kita saksikan saat ini ternyata tidak makin mudah menyajikan  pemahaman tentang adanya sistem ekonomi Indonesia. Kaum akademisi Indonesia terkesan makin mengagumi globalisasi yang membawa perangai “kemenangan” sistem kapitalisme Barat. Sikap kaum akademisi semacam ini ternyata membawa pengaruh besar terhadap sikap kaum elit politik muda Indonesia, yang mudah menjadi ambivalen terhadap sistem ekonomi Indonesia dan ideologi kerakyatan yang melandasinya.

Pemahaman akan sistem ekonomi Indonesia bahkan mengalami suatu pendangkalan tatkala sistem komunisme Uni Soviet dan Eropa Timur dinyatakan runtuh. Kemudian  dari situ ditarik kesimpulan kelewat sederhana bahwa sistem kapitalisme telah memenangkan secara total persaingannya dengan sistem komunisme. Dengan demikian, dari persepsi  simplisistik semacam ini,  Indonesia pun  dianggap perlu  berkiblat kepada kapitalisme Barat dengan sistem pasar-bebasnya dan meninggalkan saja sistem ekonomi Indonesia yang “sosialistik” itu.

Kesimpulan yang misleading tentang menangnya sistem kapitalisme dalam percaturan dunia ini ternyata secara populer telah pula “mengglobal”.  Sementara  pemikir strukturalis masih memberikan  peluang terhadap pemikiran obyektif yang lebih mendalam, dengan membedakan antara runtuhnya negara-negara komunis itu secara politis dengan lemahnya (atau kelirunya) sistem sosialisme dalam prakteknya.

Pandangan para pemikir strukturalis seperti di atas kurang lebihnya diawali oleh fenomena konvergensi antara dua sistem raksasa itu (kapitalisme dan komunisme) a.l. seperti dkemukakan oleh Raymond Aron (1967), bahwa suatu ketika nanti anak-cucu Krushchev akan menjadi “kapitalis” dan anak-cucu Kennedy akan menjadi “sosialis”.
Mungkin yang lebih benar adalah bahwa tidak ada yang kalah antara kedua sistem itu. Bukankah tidak ada lagi kapitalisme asli yang sepenuhnya liberalistik dan individualistik dan tidak ada lagi sosialisme asli yang dogmatik dan komunalistik.

Dengan demikian hendaknya kita tidak terpaku pada fenomena global tentang kapitalisme vs komunisme seperti dikemukakan di atas. Kita harus mampu mengemukakan dan melaksanakan sistem ekonomi Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu untuk mencapai kesejahteraan sosial dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa mengabaikan hak dan tanggung jawab global kita.
Globalisasi  dengan “pasar bebas”nya memang berperangai kapitalisme dalam ujud barunya. Makalah ini tidak dimaksudkan untuk secara khusus mengemukakan tentang hal-hal mengapa globalisasi perlu kita waspadai namun perlu dicatat bahwa globalisasi terbukti telah menumbuhkan inequality yang makin parah, melahirkan “the winner-take-all society” (adigang, adigung, aji mumpung), disempowerment dan impoversishment terhadap si lemah. Tentu tergantung kita, bagaimana memerankan diri sebagai subyek (bukan obyek) dalam ikut membentuk ujud globalisasi. Kepentingan nasional harus tetap kita utamakan tanpa mengabaikan tanggungjawab global. Yang kita tuju adalah pembangunan Indonesia, bukan sekedar pembangunan di Indonesia.

Pengertian system ekonomi
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan


1.    System ekonomi kapitalis
System ekonomi ini muncul pada abad ke-17 ketika dominasi gereja di eropa mulai runtuh. Pemikiran pemikiran tersebut menjadi dasar system ekonomi kapitalis. Pemikiran liberalism, rasionalisme, materialism, sementara itu humanisme.

Cirri-ciri ekonomi kapitalis:

a.    Penjaminan atas hak milik perseorangan
Adalah hal yang paling pentingdalam kapitalis , setiap orang berhak menimbun kekayaan pribadi sebesar-besarnyatanpa mengindahkan posisi orang lain yang tidak memiliki kemampuan untuk untuk melakukan hal yang sama.
b.    Meningkatkan diri sendiri
Maka dalam system ekonomi kapitalis setiap individu seoenuhnya dibebaskan berorientasi pada diri sendiri. Segala aktivitas ekonomi dan sosial yang dilakukan sepenuhnya untuk kepentingan diri sendiri.
c.     Pemberian kebebasan penuh


d.    Persainagn antarpelaku ekonomi di masyarakat dimungkinkan. Persainangan dapat terjadi antarjual yang dapat memberikan kualitas terbaik kepada pembeli. Secara umum pasar dapat diibaratkan sebagai pasar persaingan



sempurna. Harga yang di sepakati adalah harga keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

2.    System ekonomi sosialis
System ekonomi yang diterapkan di eropa membawa kemakmuran bagi masyarakat, walupun kemakmuran tersebut tidak bertahan lama.
Mekanisme pasar yang di harapkan menyelesaikan depresi ekonomi tersebut ternyata tidak kunjung terjadi.
System ekonomi sosialisdi landasi oleh falsafah kolektivisme dan organisme

Ciri-ciri ekonomi sosialis:

a.    Negara sangat berkuasa dalam pemilihan bersama semua factor produksi.
b.    Produksi di lakukan nsesuai dengan kebutuhan Negara akan mengatur semua produksi barang barang yang di butuhkanoleh masyarakat.

Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunismedan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timurlainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba,


Korea Utara Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi.




Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timuryang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.


Nama : Herlins Novianti
Kelas : 1EB05

http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=9097825169619828070

Selasa, 04 Januari 2011

PASAR


Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.
a. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.
1) Banyak penjual dan pembeli.
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
4) Harga ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu. Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar).
b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.
c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena teknik yang canggih.
d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.
e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).
2) Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.
3) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh:
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.
b) Produk-produknya berstandar.
c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.
d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan


Nama : Herlins Novianti
Kelas : 1EB05
NPM : 23210265


http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=9097825169619828070

Jual Beli Barang


 Nama : Herlins Novianti
Kelas : 1EB05
NPM : 23210265


Jual Beli Barang
Beberapa tahun kebelakang, di Indonesia belanja secara online masih terasa kurang lumrah. Namun, seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, maka belanja secara online kini makin dirasa biasa. Oleh karenanya, ini merupakan peluang yang sangat baik.
Sarana yang digunakan adalah website, yang dipajang merupakan foto ataupun gambar barang yang akan dijual. Sedangkan untuk berkomunikasi antara penjual dengan pembeli bisa menggunakan telpon, live chatting dan lain sebagainya. Untuk pengiriman barang, sarana yang digunakan adalah jasa pengiriman barang.
Barang yang dijual bisa bermacam-macam layaknya toko di dunia nyata, seperti :
  • Pakaian
  • Tas
  • Sandal
  • Barang Elektronik
  • Komputer
  • Dan lain sebagainya.
Membuka toko secara online dirasa lebih praktis karena tidak memerlukan tempat yang menelan biaya besar. Berminat?
Reseller ( Menjual Ulang Produk Orang Lain )
Apabila Anda tidak mempunyai produk sendiri, ada celah bisnis lain yang bisa anda coba, yaitu bisnis reseller ( menjual ulang produk orang lain ).
Produk yang di jual ulang tentu banyak jenisnya, mulai dari ebook, software, hosting, template  dan lain sebagainya.
Hmmmm.. Capek juga nih ngetiknya. Pada initinya masih banyak jenis bisnis online yang lainnya yang bisa anda tekuni seperti :
  • Google Adsense
  • Infolinks
  • Jual Theme di themforest
  • Jual website di Flippa
  • Gabung di buysellads
  • Amazon
  • Jadi Drop ship
  • Jualan di ebay
  • Chitika
  • Jualan Paypal Balance
  • Dan banyaaaaaaaaaaakkkkkkk lagi yang lainnya. 
http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=9097825169619828070

Jual Beli Barang


Nama : Herlins Novianti
Kelas : 1EB05
NPM : 23210265



Jual Beli Barang
Beberapa tahun kebelakang, di Indonesia belanja secara online masih terasa kurang lumrah. Namun, seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, maka belanja secara online kini makin dirasa biasa. Oleh karenanya, ini merupakan peluang yang sangat baik.
Sarana yang digunakan adalah website, yang dipajang merupakan foto ataupun gambar barang yang akan dijual. Sedangkan untuk berkomunikasi antara penjual dengan pembeli bisa menggunakan telpon, live chatting dan lain sebagainya. Untuk pengiriman barang, sarana yang digunakan adalah jasa pengiriman barang.
Barang yang dijual bisa bermacam-macam layaknya toko di dunia nyata, seperti :
  • Pakaian
  • Tas
  • Sandal
  • Barang Elektronik
  • Komputer
  • Dan lain sebagainya.
Membuka toko secara online dirasa lebih praktis karena tidak memerlukan tempat yang menelan biaya besar. Berminat?
Reseller ( Menjual Ulang Produk Orang Lain )
Apabila Anda tidak mempunyai produk sendiri, ada celah bisnis lain yang bisa anda coba, yaitu bisnis reseller ( menjual ulang produk orang lain ).
Produk yang di jual ulang tentu banyak jenisnya, mulai dari ebook, software, hosting, template  dan lain sebagainya.
Hmmmm.. Capek juga nih ngetiknya. Pada initinya masih banyak jenis bisnis online yang lainnya yang bisa anda tekuni seperti :
  • Google Adsense
  • Infolinks
  • Jual Theme di themforest
  • Jual website di Flippa
  • Gabung di buysellads
  • Amazon
  • Jadi Drop ship
  • Jualan di ebay
  • Chitika
  • Jualan Paypal Balance
  • Dan banyaaaaaaaaaaakkkkkkk lagi yang lainnya.